PALESTINA VS ISRAEL

"TANAH PALESTINA BOLEH DIDIAMI OLEH BANGSA ISRAEL DENGAN SYARAT MEREKA HARUS BER IMAN KEPADA ALLAH DAN RASULNYA" 









  
AL-QUR`AN SURAT AL-MAIDAH ( 05 : 20 – 26 )
    
ARTINYA :
20. dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia mengangkat Nabi Nabi diantaramu, dan dijadikan-Nya kamu orang-orang merdeka, dan diberikan-Nya kepadamu apa yang belum pernah diberikan-Nya kepada seorangpun diantara umat-umat yang lain".
21. Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu[409], dan janganlah kamu lari kebelakang (karena takut kepada musuh), Maka kamu menjadi orang-orang yang merugi.
22. mereka berkata: "Hai Musa, Sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa, Sesungguhnya Kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka ke luar daripadanya. jika mereka ke luar daripadanya, pasti Kami akan memasukinya".
23. berkatalah dua orang diantara orang-orang yang takut (kepada Allah) yang Allah telah memberi nikmat atas keduanya: "Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, Maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman".
24. mereka berkata: "Hai Musa, Kami sekali sekali tidak akan memasuki nya selama-lamanya, selagi mereka ada didalamnya, karena itu Pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, Sesungguhnya Kami hanya duduk menanti disini saja".
25. berkata Musa: "Ya Tuhanku, aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku. sebab itu pisahkanlah antara Kami dengan orang-orang yang Fasik itu".
26. Allah berfirman: "(Jika demikian), Maka Sesungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi (padang Tiih) itu. Maka janganlah kamu bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang Fasik itu."
 


[409] Maksudnya: tanah Palestina itu ditentukan Allah bagi kaum Yahudi selama mereka iman dan taat kepada Allah.

Hiduplah berdampingan dengan rukun dan damai selama engkau Wahai Yahudi Israel beriman Kepada ALLAH .SWT
Jika Kalian Bangsa Israel Tidak Ber iman Kepada Allah maka Haramlah tanah palestina itu bagi kalian






PAHLAWAN ISLAM WANITA INDONESIA BERKALIBER DUNIA BERKERUDUNG SYAR'I YANG TERLUPAKAN OLEH SEJARAH BANGSA

"DIA" yang tidak pernah dimunculkan profilnya. Pengaruhnya dalam dunia pendidikan begitu nyata. Bahkan sekaliber Al-Azhar Mesir pun terinpirasi dari tindakan beliau. Dan point yang tidak kalah penting, pakaian anggun dengan kerudung  yang menutup dada itu sudah lama ada sebelum Indonesia merdeka.. Allahu Akbar.. Allahu Akbar…..
Syaikhah Hajjah Rangkayo Rahmah El Yunusiyyah (1900-1969) adalah salah satu pahlawan wanita milik bangsa Indonesia berkaliber Dunia, yang dengan hijab syar'i-nya tak membatasi segala aktifitas dan semangat perjuangannya.
Rahmah, begitu ia biasa dipanggil, adalah seorang guru, pejuang pendidikan, pendiri sekolah Islam wanita pertama di Indonesia, aktifis kemanusiaan, anggota parlemen wanita RI, dan pejuang kemerdekaan Republik Indonesia.
Ketika Rahmah bersekolah, dengan bercampurnya murid laki-laki dan perempuan dalam kelas yang sama, menjadikan perempuan tidak bebas dalam mengutarakan pendapat dan menggunakan haknya dalam belajar. Ia mengamati banyak masalah perempuan terutama dalam perspektif fiqih tidak dijelaskan secara rinci oleh guru yang notabene laki-laki, sementara murid perempuan enggan bertanya. Kemudian Rahmah mempelajari fiqih lebih dalam kepada Abdul Karim Amrullah (salah satu murid dari Ahmad Khotib baca artikel) di Surau Jembatan Besi. dan tercatat sebagai murid-perempuan pertama yang ikut belajar fiqih, sebagaimana dicatat oleh Hamka.
Setelah itu, Rahmah mendirikan Madrasah Diniyah Lil Banaat (Perguruan Diniyah Putri) di Padang Panjang Sumatra Barat sebagai sekolah agama Islam khusus wanita pertama di Indonesia. Ia menginginkan agar perempuan memperoleh pendidikan yang sesuai dengan fitrah mereka dan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tekadnya, "Kalau saya tidak mulai dari sekarang, maka kaum saya akan tetap terbelakang. Saya harus mulai, dan saya yakin akan banyak pengorbanan yang dituntut dari diri saya. Jika lelaki bisa, kenapa perempuan tidak bisa?"
Rahmah meluaskan penguasaannya dalam beberapa ilmu terapan agar dapat diajarkan pada murid-muridnya. Ia belajar bertenun tradisional, juga secara privat mempelajari olahraga dan senam dengan seorang guru asal Belanda. Selain itu, ia mengikuti kursus kebidanan di beberapa rumah sakit dibimbing beberapa bidan dan dokter hingga mendapat izin membuka praktek sendiri. Berbagai ilmu lainnya seperti ilmu hayat dan ilmu alam ia pelajari sendiri dari buku. Penguasaan Rahmah dalam berbagai ilmu ini yang ia terapkan di pesantren Diniyah Putri dan dilimpahkan semua ilmunya itu kepada murid-murid perempuannya.
Pada 1926, Rahmah juga membuka program pemberantasan buta huruf bagi ibu-ibu rumah tangga yang belum sempat mengenyam pendidikan dan dikenal dengan nama Sekolah Menyesal.
Selama pemerintahan kolonial Belanda, Rahmah menghindari aktifitas di jalur politik untuk melindungi kelangsungan sekolah yang dipimpinnya. Ia memilih tidak bekerja sama dengan pemerintah penjajah. Ketika Belanda menawarkan kepada Rahmah agar Diniyah Putri didaftarkan sebagai lembaga pendidikan terdaftar agar dapat menerima subsidi dari pemerintah, Rahmah menolak, mengungkapkan bahwa Diniyah Putri adalah sekolah milik ummat, dibiayai oleh ummat, dan tidak memerlukan perlindungan selain perlindungan Allah. Menurutnya, subsidi dari pemerintah akan mengakibatkan keleluasaan pemerintah dalam memengaruhi pengelolaan Diniyah Putri.
Kiprah Rahmah di jalur pendidikan membuatnya mendapatkan perhatian luas. Ia duduk dalam kepengurusan Serikat Kaum Ibu Sumatera (SKIS). Pada 1935, ia diundang mengikuti Kongres Perempuan Indonesia di Batavia. Dalam kongres, ia memperjuangkan hijab sebagai kewajiban bagi muslimah dalam menutup aurat ke dalam kebudayaan Indonesia.
Pada April 1940, Rahmah menghadiri undangan Kongres Persatuan Ulama Seluruh Aceh. Ia dipandang oleh ulama-ulama Aceh sebagai ulama perempuan terkemuka di Sumatera.
Kedatangan tentara Jepang di Minangkabau pada Maret 1942 membawa berbagai perubahan dalam pemerintahan dan mengurangi kualitas hidup penduduk non-Jepang. Selama pendudukan Jepang, Rahmah ikut dalam berbagai kegiatan Anggota Daerah Ibu (ADI) yang bergerak di bidang sosial. Dalam situasi perang, Rahmah bersama para ADI mengumpulkan bantuan makanan dan pakaian bagi penduduk yang kekurangan. Ia memotivasi penduduk yang masih bisa makan untuk menyisihkan beras segenggam setiap kali memasak untuk dibagikan bagi penduduk yang kekurangan makanan. Kepada murid-muridnya, ia menginstruksikan bahwa seluruh taplak meja dan kain pintu yang ada pada Diniyah Putri dijadikan pakaian untuk penduduk.
Selain itu, Rahmah bersama para anggota ADI menentang pengerahan perempuan Indonesia sebagai wanita penghibur untuk tentara Jepang. Tuntutan ini dipenuhi oleh pemerintah Jepang dan tempat prostitusi di kota-kota Sumatera Barat berhasil ditutup.
Terimbas oleh Hajjah Rangkayo Rasuna Said yang terjun ke politik lebih dahulu, dan dengan kondisi Indonesia yang semakin terpuruk oleh penjajah Jepang, akhirnya Rahmah terjun ke dunia politik. Ia bergabung dengan Majelis Islam Tinggi Minangkabau yang berkedudukan di Bukittinggi. Ia menjadi Ketua Hahanokai di Padang Panjang untuk membantu perjuangan perwira yang terhimpun dalam Giyugun (semacam tentara PETA).
Seiring memuncaknya ketegangan di Padang Panjang, Rahmah membawa sekitar 100 orang muridnya mengungsi untuk menyelamatkan mereka dari serbuan tentara Jepang. Selama pengungsian, ia menanggung sendiri semua keperluan murid-muridnya. Ketika terjadi kecelakaan kereta api pada 1944 dan 1945 di Padang Panjang, Rahmah menjadikan bangunan sekolah Diniyah Putri sebagai tempat perawatan korban kecelakaan.
Hal ini membuat Diniyah Putri mendapatkan piagam penghargaan dari pemerintah Jepang. Menjelang berakhirnya pendudukan, Jepang membentuk Cuo Sangi In yang diketuai oleh Muhammad Sjafei dan Rahmah duduk sebagai anggota peninjau.
Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Setelah mendapatkan berita tentang proklamasi kemerdekaan langsung dari Ketua Cuo Sangi In, Muhammad Sjafei, Rahmah segera mengibarkan bendera Merah Putih di halaman perguruan Diniyah Putri. Ia tercatat sebagai orang yang pertama kali mengibarkan bendera Merah Putih di Sumatera Barat. Berita bahwa bendera Merah Putih berkibar di sekolahnya menjalar ke seluruh pelosok daerah.
Ketika Komite Nasional Indonesia terbentuk sebagai hasil sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada 22 Agustus 1945, Soekarno yang melihat kiprah Rahmah mengangkatnya sebagai salah seorang anggota.
Pada 5 Oktober 1945, Soekarno mengeluarkan dekrit pembentukan TKR (Tentara Keamanan Rakyat). Pada 12 Oktober 1945, Rahmah memelopori berdirinya TKR untuk Padang Panjang dan sekitarnya. Ia memanggil dan mengumpulkan bekas anggota Giyugun, mengusahakan logistik dan pembelian beberapa kebutuhan alat senjata dari harta yang dimilikinya. Bersama dengan bekas anggota Hahanokai, Rahmah mengatur dapur umum di kompleks perguran Diniyah Putri untuk kebutuhan TKR. Anggota-anggota TKR ini menjadi tentara inti dari Batalyon Merapi yang dibentuk di Padang Panjang.
Ketika Belanda melancarkan Agresi Militer Belanda kedua, Belanda menangkap sejumlah pemimpin-pemimpin Indonesia di Padang Panjang. Rahmah meninggalkan kota dan bersembunyi di lereng Gunung Singgalang. Namun, ia ditangkap Belanda pada 7 Januari 1949 dan mendekam di tahanan wanita di Padang Panjang. Setelah tujuh hari, ia dibawa ke Padang dan ditahan di sebuah rumah pegawai kepolisian Belanda berkebangsaan Indonesia. Ia melewatkan 3 bulan di Padang sebagai tahanan rumah, sebelum diringankan sebagai tahanan kota selama 5 bulan berikutnya.
Pada Oktober 1949, Rahmah meninggalkan Kota Padang untuk menghadiri undangan Kongres Pendidikan Indonesia di Yogyakarta. Ia baru kembali ke Padang Panjang setelah mengikuti Kongres Muslimin Indonesia di Yogyakarta pada akhir 1949. Rahmah bergabung dengan Partai Islam Masyumi. Dalam pemilu 1955, ia terpilih sebagai anggota Konstituante mewakili Sumatera Tengah. Melalui Konstituante, ia membawa aspirasinya akan pendidikan dan pelajaran agama Islam.
Pada 1956, Imam Besar Al-Azhar, Kairo, Mesir, Abdurrahman Taj, berkunjung ke Indonesia dan atas ajakan Muhammad Natsir, berkunjung untuk melihat keberadaan Diniyah Putri. Imam Besar tersebut mengungkapkan kekagumannya pada Diniyah Putri, sementara Universitas Al-Azhar sendiri saat itu belum memiliki bagian khusus perempuan.
Pada Juni 1957, Rahmah berangkat ke Timur Tengah. Usai menunaikan ibadah haji, ia mengunjungi Mesir memenuhi undangan Imam Besar Al-Azhar. Dalam satu Sidang Senat Luar Biasa, Rahmah mendapat gelar kehormatan “Syaikhah” dari Universitas Al-Azhar, dimana untuk kali pertama Al-Azhar memberikan gelar kehormatan itu pada perempuan.
Hamka mencatat, Diniyah Putri mempengaruhi pimpinan Al-Azhar untuk membuka Kuliyah Qismul Banaat (kampus khusus wanita) di Universitas Al-Azhar Khairo Mesir. Sejak saat itu Universitas Al-Azhar yang berumur 11 abad membuka kampus khusus wanita, yang diinspirasi dari Diniyah Putri di Indonesia yang baru seumur jagung.
Sebelum kepulangannya ke Indonesia, Rahmah mengunjungi Syria, Lebanon, Jordan, dan Iraq atas undangan para pemimpin negara tersebut.
Sekembalinya dari kunjungan ke berbagai negara di Timur Tengah, Rahmah merasa bahwa Soekarno telah terbawa arus kuat PKI. Ia merasa tidak nyaman berjuang di Jakarta, kemudian memilih kembali pulang ke Padang Panjang. Rahmah melihat bahwa mencurahkan perhatiannya untuk memimpin perguruannya akan lebih bermanfaat daripada duduk di kursi parlemen sebagai anggota DPR yang sudah dikuasai komunis. Ketika terjadi PRRI di Sumatera Tengah akhir 1958, akibat ketidaksetujuan atas sepak terjang Soekarno, Rahmah ikut bergerilya di tengah rimba bersama tokoh-tokoh PRRI dan rakyat yang mendukungnya.
Pada 1964, ia menjalani operasi tumor payudara di RS Pirngadi, Medan. Sejak itu hingga akhir hayatnya, hidupnya didedikasikan kembali sepenuhnya untuk Diniyah Putri.
Tampak pada foto, pahlawan ini mengenakan hijab syar'i dan baju kurung basiba dengan cara yang anggun, elegan dan modern yang menampakkan kecerdasannya dan kemajuannya dalam berpikir.


Keutamaan Bulan Romadhan


Kisah Nabi Musa

Nabi Musa bermunajat kepada Allah, Ya Tuhanku Pernahkah engkau memulyakan seseorang seperti yang kuperoleh saat mendengar Firmanmu secara langsung? jawabNya : " Hai Musa, ada hamba-hambaKu kelak diakhir zaman, Ku mulyakan mereka dengan bulan Romadhan, Aku dekat dengan mereka melebihi kamu, sebab Aku bicara denganmu sedangkan diantara Ku dan engkau ada 70.000 hijab. dan ketika ummat Muhammad SAW berpuasa menjadi putih bibir mereka dan kuning warna kulit mereka maka Aku buka hijab itu untuk mereka. Ya Musa, beruntunglah bagi orang yang kering tenggorokannya dan lapar perutnya di bulan Romadhan, maka tidak ada balasannya kecuali bertemu dengan KU.

Orang yang berpuasa di bulan Romadhan bangkit dari kubur mereka langsung mengenal puasa mereka masing-masing, mereka memperoleh meja-meja yang penuh dengan makanan, aneka hidangan dan ceret-ceret yang berisi berbagai macam aneka minuman, dikatakan kepada mereka, silahkan kalian makan dan minum sebagai pengganti haus dan lapar  kalian dahulu. dimana disaat penduduk dunia yang lain kekenyangan. dan beristirahatlah kalian sekarang. kemudian mereka menikmati hidangan tersebut makan makanan yang lezat-lezat minum minuman yang segar-segar. Disaat itu pula orang-orang yang tidak berpuasa di bulan Romadhan sedang mengalami siksaan yang sangat pedih, kelaparan dan kehausan yang tidak dapat ditahankan melebihi rasa lapar yang pernah ada di dunia. ketika orang-orang yang tidak pernah berpuasa itu menjerit kehausan maka dituangkanlah air panas yang mendidih kedalam mulutnya sehingga meleleh seketika itu mulut dan kerongkongannya sampai ke ususnya terburai keluar. dan ketika mereka menjerit kelaparan maka di datangkanlah buah zaqum dari dasar nereka yaitu buah yang berduri-duri dimasukkan kedalam mulut mereka, seketika itu mulut dan kerongkongan mereka terkoyak-koyak oleh buah zaqum tersebut hingga masuk kedalam usus-usus mereka hingga robek-robek , Na`u zubillahi mindzalik...

Dari Ali ra. bin Abu Tholib ra  ia berkata : Rasulullah pernah ditanya mengenai fadhilah sholat tarawih dalam bulan Ramadhan, lalu beliau SAW menjawab: " 

Malam Pertama..
Orang mukmin diampuni dosanya, bersih seperti bayi lahir dari kandungan ibunya, lalu...
Malam Kedua..
Dia dan kedua orang tuanya yang mukmin diampuni dosa-dosanya. 
Malam Ketiga
Malaikat dari bawah `Arasy berseru :" Segeralah kamu beramal, Allah mengampuni dosa-dosamu yang terdahulu".
Malam Keempat
Diberi pahala sebanyak membaca Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Qur`an.
Malam Kelima
Diberi pahala sebanyak pahala sholat di Masjidil Haram, Masjidil Nabawi, dan Masjidil Aqsho
Malam Keenam
Diberi pahala sebanyak pahala thawaf di baitul makmur, setiap batu-batuan dan tanah liat beristighfar untuk nya.
Malam Ketujuh
Seolah- olah bertemu Nabi Musa berjuang bersama melawan Fir'aun dan haman.
Malam Kedelapan
Diberi segala yang telah di terima nabi Ibrahim as.
Malam Kesembilan
seolah-olah ia beribadah yang di kerjakan oleh nabi Muhammad saw,
Malam Kesepuluh
Allah memberinya kebaikan dunia dan akhirat
Malam Kesebelas
ia bakal meninggal dunia bersih dari segala dosa seperti baru lahir dari kandungan ibunya.
Malam Kedua belas
kelak wajahnya bercahaya seperti bulan purnama di hari kiamat.
Malam Ketiga belas
kelak di hari kiamat aman dari segala kejahatan
Malam Keempat belas
di bebaskan dari hisab, para malaikat memberi kesaksian atas ibadah sholat tarawih nya.
Malam Kelima belas
bershalawat lah kepadanya segenap malaikat, penanggung, arasy, dan kursi
Malam Keenam belas
dibebaskan dari siksa neraka dan bebas pula masuk sorga
Malam Ketujuh belas
diberi pahala seperti yang di terima para nabi
Malam Kedelapan belas
malaikat memanggil nya: "ya hamba allah, engkau dan kedua ibu bapak mu,telah di ridhoi oleh allah swt.,
Malam Kesembilan belas
drajat nya di tinggi kan di surga firdaus
Malam Ke duapuluh
di beri pahala syuhadak dan sholihin
Malam Keduapuluh satu
dibangun sebuah Gedung Nur di Sorga
Malam Keduapuluh dua
kelak dihari kiamat di jamin aman dari bencana yang mengerikan dan menyedihkan.
Malam Keduapuluh tiga
dibangunkan sebuah Kota di surga
Malam Keduapuluh empat
Do`a yang dipanjatkan sebanyak 24 do`a dikabulkan
Malam Keduapuluh lima
dibebaskan dari siksa kubur
Malam Keduapuluh enam
pahala baginya ditingkatkan menjadi 40 tahun
Malam Kedua puluh tujuh
Melintas shirot bagaikan kilat menyambar
Malam Kedua puluh delapan
Dinaikkan derajatnya 1000 tingkat di sorga
Malam Kedua puluh sembilan
diberi pahala sebanyak 1000 hajji mabrur
Malam Ketiga puluh
di seru oleh Allah dengan firmanNya: " Ya hambaKU, silahkan makan buah-buahan sorga, silahkan mandi air salsabil, dan minumlah dari telaga Kautshar, AKU lah tuhanmu dan kamu adalah hamba KU". (Dikutip dari Terjemahan kitab Duratun Nasihin)